in ,

Berkas PT SSS Telah Dilimpahkan, Kasus Dugaan Karhutla Ini Akan Disidangkan

PELALAWAN, riaubertuahnews.com -Pihak Kejaksaan telah melimpahkan berkas perkara dugaan kebakaran hutan dan lahan (kathutla) yang melibatkan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) ke pengadilan. Tak lama lagi, perkara tersebut akan disidangkan.

“Tadi (kemarin, red) berkas perkaranya telah dilimpahkan ke pengadilan (Pengadilan Negeri Pelalawan, red),” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth, Kamis (5/12).

Loading...

Pelimpahan berkas perkara itu dilakukan setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) merampungkan surat dakwaan dan segala administrasi terkait lainnya. JPU dimaksud adalah sebelas orang Jaksa gabungan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Kejari Pelalawan.

Dengan telah dilimpahkannya berkas perkara, JPU kata Nophy, akan menunggu penetapan majelis hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara itu. Para hakim itu nantinya yang akan menetapkan jadwal persidangan.

“Tak lama perkara ini akan disidangkan,” pungkas mantan Koordinator pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau itu.

Perkara itu sebelumnya ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Proses penyidikan kemudian rampung, dan perkara dilimpahkan ke Jaksa. Tahap II itu dilakukan pada Kamis (14/11) lalu.

Diketahui, PT SSS adalah perusahaan perkebunan sawit yang berlokasi di Kabupaten Pelalawan. Polda Riau menyatakan lahan perusahaan itu terbakar pada Februari 2019 lalu. Kebakaran diduga kuat akibat kesengajaan untuk memperluas perkebunan.

Kebakaran di lahan gambut perusahaan itu terjadi selama satu bulan lamanya hingga menghanguskan 155 hektare lahan. Polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk menggali keterangan 11 saksi ahli dari berbagai universitas.

Pada Agustus 2019, Polisi menetapkan PT SSS sebagai tersangka secara korporasi. Selanjutnya, pada awal Oktober ini, penyidik melakukan gelar perkara dan menetapkan Dirut PT SSS berinisial EH sebagai tersangka secara korporasi.

Tak hanya itu, polisi kemudian menetapkan Estate Manager PT SSS berinisial AOH sebagai tersangka. Dia disebut sebagai pihak paling bertanggung jawab dalam kebakaran itu. AOH kemudian diperiksa dan ditahan bpada Senin (7/10) malam kemarin.

Dalam menangani perkara ini, pihak kepolisian menggunakan dua pola. Pola pertama, yaitu dengan menjerat perusahaan agar tidak lolos dari sanksi hukum, dan pola kedua adalah secara perorangan agar ada dari perusahaan yang dipenjara.

Sejumlah berkas turut disita polisi, diantaranya NPWP, surat keputusan pemberian izin dari pemerintah daerah, rencana kerja lapangan, analisis dampak lingkungan hingga rencana pengelolaan dan perencanaan lingkungan hidup.(hrc)

Jasad Bocah Tenggelam di Sungai Rokan Ditemukan

Waspada!! Jejak Harimau Ditemukan di Kecamatan Tambang, BKSDA : Belum Dipastikan Berapa Jumlanya