in ,

Sebarkan Konten Hoax, Warga Siak Ditangkap Polisi

PEKANBARU, riaubertuahnews.com -Tim Subdit V (Cyber) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menangkap seorang warga Siak berinisial IS. Ia diduga terkait penyebaran video yang tidak benar atau hoax.

Pria yang berprofesi sebagai penjaga sekolah itu ditangkap pada Kamis (5/12). Ia menyebar video kebakaran sebuah masjid yang tengah terbakar di akun youtube milik nya, yang pada saat itu tengah terjadi kerusuhan di Wamena, Papua.

Loading...

Akibat video yang disebarkannya itu, sempat membuat masyarakat terpengaruh dan ada juga yang menjadi marah, sehingga berpotensi menambah kerusuhan.

Setelah diselidiki, video tersebut bukanlah masjid yang terbakar akibat kerusuhan di Wamena, melainkan video kebakaran masjid di daerah Sulawesi.

Kasubdit Cyber Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Gunarto Rahadiyanto, mengatakan bahwa pihaknya telah lama melakukan penyelidikan, namun perlu koordinasi dengan ahli, setelah ditemukan unsur pidananya baru kita tangkap.

“Saat itu posisinya sedang terjadi kerusuhan di Papua. Kita sedang melakukan patroli cyber, dan menemukan satu akun YouTube atas nama kepemilikan tersangka IS tadi yang menyebarkan video kebakaran masjid dengan caption, masjid agung Papua terbakar. Kemudian kita lakukan penyelidikan dan mencari pemilik akun, lalu kita amankan,” kata Gunar, Jumat (6/12)

Setelah tersangka diintrogasi, sebut Gunar, IS mengakui menyebarkan video tersebut dengan sengaja ke media sosial.

“Pengakuannya memang sengaja dia, katanya sih iseng-iseng aja. Dapat kiriman di group WhatsApp ada masjid yang terbakar, lalu dia unggah kembali di akun YouTubenya, dengan tulisan masjid agung Papua terbakar, padahal bukan masjid Agung di Papua yang terbakar itu, kejadiannya di Sulawesi,” Bener Gunar.

Untuk itu, Gunar menghimbau agar masyarakat tidak terlalu cepat mempercayai hal-hal yang di share di media sosial, teliti dan telaah terlebih dahulu kebenaranya, jangan sampai menimbulkan akibat buruk bagi diri sendiri maupun orang lain.

Akibat perbuatannya, IS dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) junto Pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 (ITE) dan atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) UU RI No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.(akl)

Wacana ASN 4 Hari Kerja, Ini Tanggapan DPRD Riau

Jasad Bocah Tenggelam di Sungai Rokan Ditemukan